Senin, 27 Oktober 2014

Tugas Pengantar Bisnis 2

TOP 5 BRAND CONVENIENCE STORE DI INDONESIA

Pengertian

Convenience Store adalah toko yang menyediakan kebutuhan sehari-hari. Mulai dari makanan, minuman, kudapan, Koran, sampai keperluan rumah tangga. Convenience Store tidak sama dengan retail. Jika retail hanya sebagai toko yang menjual barang-barangnya saja, maka convenience store lebih menitikberatkan kepada atmosfer dan kenyamanan pembeli. Maka dari itu, kita pasti akan menemui meja-meja dan kursi-kursi serta makanan dan minuman siap saji di convenience store. Bahkan untuk lebih memanjakan konsumen, pihak convenience store pun kini melengkapi tokonya dengan fasilitas Wi-Fi Hotspot.

Di Indonesia banyak terdapat convenience store yang menyebar di kota-kota besar. Sekarang kita akan mengulas 5 brand convenience store yang terpopuler di Indonesia.

7-Eleven


7-Eleven adalah convenience store 24 jam asal Amerika Serikat yang sejak tahun 2005 kepemilikannya dipegang Seven & I Holdings Co., sebuah perusahaan Jepang. Pada tahun 2004, lebih dari 26.000 gerai 7-Eleven tersebar di 18 negara, antara pasar terbesarnya adalah Amerika Serikat dan Jepang.
Didirikan pada tahun 1927 di Oak Cliff, Texas (kini masuk wilayah Dallas), nama "7-Eleven" mulai digunakan pada tahun 1946. Sebelum toko 24 jam pertama dibuka di Austin, Texas pada tahun 1962, 7-Eleven buka dari jam 7 pagi hingga 11 malam, dan karenanya bernama "7-Eleven" (7-Sebelas).
Tahun 1991, Southland Corporation yang merupakan pemilik 7-Eleven, sebagian besar sahamnya dijual kepada perusahaan jaringan supermarket Jepang, Ito-Yokado. Southland Corporation lalu diubah namanya menjadi 7-Eleven, Inc pada tahun 1999. Tahun 2005, seluruh saham 7-Eleven, Inc diambil alih Seven & I Holdings Co. sehingga perusahaan ini dimiliki sepenuhnya oleh pihak Jepang.
Setiap gerai 7-Eleven menjual berbagai jenis produk, umumnya makanan, minuman, dan majalah. Di berbagai negara, tersedia pula layanan seperti pembayaran tagihan serta penjualan makanan khas daerah. Produk khas 7-Eleven adalah Slurpee, sejenis minuman es dan Big Gulp, minuman soft drink berukuran besar.
Di Indonesia, 7-Eleven dikelola oleh PT Modern Putraindonesia, anak perusahaan PT Modern International, yang merupakan distributor Fujifilm di Indonesia. Saat ini, 7-Eleven baru membuka cabang-cabangnya di Jakarta, dan untuk kota-kota lainnya seperti Bandung, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Makassar, Palembang, dan Medan akan segera menyusul.
Pemerintah Indonesia terus mengawasi toko kelontong ini agar tidak berubah menjadi minimarket, karena menurut undang-undang, kepemilikan waralaba minimarket harus dari pihak lokal.
Menurut pendapat saya, 7-Eleven bisa menjadi salah satu brand convenience store terpopuler di Indonesia adalah karena 7-Eleven memiliki fasilitas dan pelayanan yang cukup bagus. Walaupun harga barang-barang di sana agak sedikit mahal dibandingkan dengan toko biasa, tapi karena atmosfernya sebagai tempat gaul dan nongkrong anak-anak muda, maka 7-Eleven tetap memiliki mangsa pasarnya tersendiri.
Saya pribadi cukup sering berkunjung ke 7-Eleven, apalagi ketika saya masih SMA, karena tepat di depan SMA saya terdapat salah satu cabang 7-Eleven. Biasanya saya dan teman-teman saya pergi ke 7-Eleven untuk sekedar ngobrol-ngobrol dan memanfaatkan fasilitas WiFi di sana.


LAWSON


Lawson adalah convenience store milik Jepang. Di Jepang, Lawson menjadi convenience store terbesar kedua setelah 7-Eleven. Kantor pusat Lawson ada di East Tower, Gate City Ohsaki di Osaki, Shinagawa, Tokyo. Logo perusahaan ini berupa kaleng susu untuk mengingatkan orang bahwa Lawson berawal dari toko susu bernama J.J Lawson di Negara bagian Ohio, Amerika Serikat pada tahun 1939. Namun Lawson sekarang adalah perusahaan Jepang, sekaligus pemilik jaringan convenience store terbesar kedua di Jepang setelah 7-Eleven.
Setelah membuka gerai pertama di Okinawa pada Juli 1997, Lawson dicatat sebagai jaringan convenience store pertama yang membuka gerainya di 47 prefektur di Jepang. Pada Mei 2011, Lawson membuka toko ke-10.000 di Jepang. Hingga Maret 2013, Lawson memiliki 11.174 toko di Jepang.
Di Indonesia, Lawson menandatangani perjanjian lisensi dengan PT. Midi Utama Indonesia, Tbk dari Alfa Group pada 20 Juni 2011. Midi Utama Indonesia adalah pemilik merek minimarket Alfamidi dan Alfaexpress. PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk juga dari dari Alfa Group adalah pemilik merek minimarket Alfamart. Gerai pertama Lawson di Indonesia dibuka di Kemang, Jakarta Selatan pada Juli 2011. Hingga Maret 2013, Lawson telah memiliki 83 toko di Bali, Bandung, Bekasi, Bogor, Depok,Jakarta, Jawa Barat, dan Tangerang. Di Indonesia, pembeli dapat membeli makanan siap saji dan minuman untuk dinikmati di ruang duduk yang terdapat di dalam dan di luar toko. Produk orisinal Lawson di Indonesia adalah oden dan onigiri.
Saya pribadi sama sekali belum pernah mengunjungi Lawson, jadi saya tidak bisa member pendapat apa-apa. Yang saya tahu, kata teman saya, oden di Lawson itu enak, dan WiFinya kencang. Selebihnya saya tidak bisa memberikan komentar apa-apa. Tapi ya namanya juga convenience store, pasti pelayanannya tidak jauh berbeda dengan convenience store lainnya, misalnya 7-Eleven.


Circle K


Circle K adalah jaringan waralaba convenience store yang berasal dari Amerika Serikat. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1951 di El Paso, Texas. Jaringan convenience store Circle K kini dimiliki dan dioperasikan oleh jaringan waralaba toko retail terbesar di Kanada, yaitu perusahaan Alimentation Couche-Tard.
Circle K adalah convenience store yang beroperasi 24 jam penuh. Hal ini menjadikannya popular di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia di mana konsep convenience store seperti ini masih jarang. Circle K menjadi trend-setter bagi banyak convenience store yang muncul kemudian hari. Saat ini Circle K popular di kalangan remaja kota besar di Indonesia. Di mata remaja, Circle K dicitrakan sebagai minimarket zaman sekarang, mereka menyediakan berbagai minuman alkohol dan rokok yang cukup lengkap dan beroperasi 24 jam. Pembeli dari gerainya juga diizinkan untuk duduk di depan gerainya  sambil menikmati belanjaannya sehingga secara tidak langsung Circle K menjadi kawasan berkumpulnya remaja kala malam hari.
Saya baru dua kali mengunjungi Circle K. Pertama di dekat lokasi SMA saya, SMAN 8 Kota Tangerang Selatan. Di sana saya hanya membeli hot chocolate dan langsung pulang. Lalu yang kedua waktu saya di Jogja, tepatnya di Malioboro. Saat itu sudah sekitar jam 11 malam, saya dan teman-teman saya kehausan setelah jalan-jalan di Malioboro, jadi kami singgah di Circle K untuk membeli minuman dingin. Dari yang saya lihat, Circle K tidak jauh beda dengan 7-Eleven ataupun Lawson. Tapi dari pengalaman saya mengunjungi gerai Circle K di dua lokasi berbeda, yang saya lihat, gerai Circle K tidak sebesar gerai 7-Eleven. Barang-barang yang dijual pun tidak lebih banyak dari yang ada di 7-Eleven atau Lawson. Menurut saya, Circle K tidak jauh beda dengan minimarket seperti Alfamart atau Indomaret, hanya saja Circle K memfasilitasi konsumennya untuk menikmati barang belanjaannya langsung di tempat.


Alfa Express


Alfa Express adalah convenience store yang memiliki banyak cabang di Indonesia. Sayangnya, program perluasan Alfa Express terhenti karena PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) membuka toko sejenis, yaitu Alfa Midi dan Lawson. Karena dikhawatirkan akan tumpang tindih dengan kedua convenience store tersebut, maka PT Midi Utama Indonesia pun meniadakan Alfa Express.
Saya pribadi belum pernah berkunjung ke satupun gerai Alfa Express, jadi saya tidak bisa memberikan pendapat apa-apa.


Indomaret Point


Secara umum, konsep Indomaret Point tidak jauh berbeda dengan layanan yang diberikan oleh 7-Eleven dan Lawson. Yang membedakan adalah, karena yang mengembangkan Indomaret Point ini orang lokal, maka produk-produknya pun disesuaikan dengan selera local. Tidak seperti 7-Eleven dan Lawson yang berasal dari luar negeri.
Karena saya belum pernah mengunjungi gerai Indomaret Point, maka saya tidakpunya pendapat apa-apa tentang Indomaret Point.

Source :Wikipedia
Majalah Franchise

Tidak ada komentar:

Posting Komentar